Apa itu Glaukoma?

dr. Ni Luh Putu Widhyasti, Sp.M
dr. Ni Luh Putu Widhyasti, Sp.M

Glaukoma adalah penyakit mata yang menyebabkan kebutaan permanen dengan merusak saraf mata anda. Kerusakan ini terjadi karena peningkatan tekanan bola mata (tekanan bola mata yang tinggi), yang disebabkan oleh penumpukan cairan akibat gangguan aliran cairan bola mata (aqueous humor). Glaukoma adalah penyebab kebutaan utama nomor dua setelah katarak di seluruh dunia. Penyakit ini dapat menyerang siapa saja dan tergolong sebagai penyakit asimptomatik (tidak menimbulkan gejala) pada tahap awal, karena hal tersebut Glaukoma seringkali disebut sebagai ‘si pencuri penglihatan‘.

Gejala Glaukoma

Peningkatan tekanan bola mata biasanya timbul perlahan dan kerusakan yang ditimbulkan pun bertahap. Seringkali penderita glaukoma tidak merasakan tanda- tanda atau gejala, hingga tidak menyadari adanya gangguan penglihatan. Kondisi tersebut bisa disebut glaukoma kronis. Saat penyakit sudah berada di tahap lanjut, barulah penderita mulai merasakan gangguan penglihatan.

Awalnya, penglihatan tepi atau perifer mulai buram, kemudian lama kelamaan hilang, seperti sedang melihat di dalam lorong, di mana tidak terlihat apapun di sisi kiri maupun kanan. Hingga pada akhirnya penglihatan bagian sentral pun akan hilang juga.
Pada glaukoma serangan akut terjadi peningkatan tekanan bola mata secara tiba-tiba. Gejala-gejala glaukoma ini meliputi mata merah disertai rasa pusing yang berlebihan, nyeri pada mata dan sekitarnya, rasa mual hingga muntah-muntah hebat, kemudian disusul oleh penglihatan yang mulai terganggu. Gejala-gejala ini merupakan kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani.

Penanganan Glaukoma

Tujuan penanganan glaukoma adalah mencegah perburukan penyakit dengan cara mengontrol tekanan bola mata agar tetap normal/aman, sehingga tidak lagi mengancam kerusakan pada saraf mata lebih lanjut. Cara mengatasi glaukoma adalah dengan melakukan deteksi dini. Dengan deteksi dini, penderita glaukoma memiliki kesempatan untuk menjalani pengobatan dan/atau operasi yang dapat mencegah perburukan kerusakan saraf optik mata sehingga memperlambat hilangnya penglihatan atau kebutaan permanen. Deteksi dini melalui skrining kesehatan mata idealnya dilakukan setiap 1-2 tahun sekali. Terlebih lagi, jika sudah berumur 40 tahun ke atas atau memiliki riwayat glaukoma dalam keluarga.

Penanganan glaukoma bersifat menyelamatkan penglihatan yang masih ada (tersisa), sedangkan penglihatan yang sudah hilang karena glaukoma tidak dapat dikembalikan. Penanganan atau tatalaksana yang dipilih tergantung pada jenis dan kondisi penderita glaukoma. Pengobatan mencakup obat tetes mata khusus glaukoma yang harus digunakan terus-menerus seumur hidup, laser maupun operasi, yang secara garis besar bertujuan untuk melancarkan aliran pembuangan cairan mata yang tersumbat dan mengurangi tekanan bola mata.

Pemeriksaan glaukoma secara rutin dapat dilakukan di Poli Mata RST dr. Soedjono, salah satunya dengan alat tonometri untuk mengukur tekanan bola mata. Perkembangan glaukoma dapat diperlambat, meski tidak dapat disembuhkan. Deteksi dini sangat penting dalam menanganinya. Jangan sampai terlambat, cegah glaukoma mencuri penglihatan anda dengan kontrol secara rutin. (dr. Ni Luh Putu Widhyasti, Sp.M)

Glaukoma Si Pencuri Penglihatan
Tagged on: