PENTINGNYA IMUNISASI ANAK – BULAN IMUNISASI ANAK NASIONAL (BIAN)

PENDAHULUAN

Bulan Imunisasi Anak Nasional atau BIAN tengah berlangsung sepanjang bulan Agustus 2022. Imunisasi merupakan strategi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh dengan cara memasukkan vaksin, yaitu kuman yang sudah dilemahkan, dibunuh, atau bagian dari kuman yang dimodifikasi untuk melindungi tubuh dari infeksi berbahaya. Imunisasi sudah terbukti menyelamatkan jutaan nyawa dan diakui sebagai salah satu tindakan pencegahan yang efektif dan terjangkau. Namun, masih banyak anak yang belum menerima imunisasi lengkap atau bahkan tidak menerima imunisasi sama sekali. Imunisasi pada anak sangat diperlukan karena tubuh anak memiliki tingkat kekebalan yang lebih rendah.Dalam imunisasi terdapat konsep Herd Immunity atau kekebalan kelompok. Kekebalan kelompok terbentuk apabila cakupan imunisasi pada sasaran tinggi dan merata di seluruh wilayah.

Pandemi COVID-19 menyebabkan program pemberian imunisasi di beberapa pusat kesehatan menjadi tertunda dan terlewatkan. Kementrian Kesehatan Indonesia melaporkan terdapat 1,7 juta anak Indonesia belum mendapatkan imunisasi dasar lengkap selama pandemi COVID-19.

Imunisasi Sebagai Perlindungan Spesifik Terhadap Penyakit Infeksi

Sejak pengembangan imunisasi pertama terhadap cacar lebih dari satu abad yang lalu, program imunisasi untuk anak-anak telah menjadi komponen penting dari perawatan kesehatan primer preventif. Program imunisasi mencegah 2 hingga 3 juta kematian di seluruh setiap tahun. Cacar, serta dua dari tiga tipe virus polio telah diberantas, dan sejumlah negara telah mencapai status bebas campak. Bayi-bayi yang tidak mendapat vaksin hepatitis B pada waktu lahir berisiko terinfeksi 3.5 kali lebih besar dibandingkan dengan bayi yang mendapat imunisasi waktu lahir. Imunisasi BCG memberikan perlindungan 82 % terhadap tuberkulosis paru dan menurunkan tuberkulosis berat sebanyak 90%.Vaksinasi memang tidak menjamin 100 persen efektif untuk mencegah penyakit namu  manfaatnya tetap jauh lebih besar dari risikonya.

Imunisasi Dapat Mengurangi Risiko Terjadinya Ketidakpekaan Terhadap Antibiotik

Penyakit infeksi mampu meningkatkan resistensi atau ketidakpekaan tubuh terhadap antibiotik. Pencegahan infeksi melalui imunisasi tidak hanya melindungi tubuh seseorang dari infeksi agen yang sudah resisten terhadap jenis antibiotik tertentu, tetapi juga menurunkan penggunaan dan kebutuhan antibiotik sehingga resistensi antibiotik dapat menurun.

Imunisasi Menurunkan Wabah Penyakit Melalui Pembentukan Kekebalan Kelompok

Apabila banyak anak yang belum mendapatkan imunisasi, jumlah penyakit infeksi dapat meningkat akibat penurunan imunitas kelompok karena cakupan imunisasi yang rendah. Kondisi ini berpotensi untuk menciptakan wabah apabila 90-95% cakupan imunisasi yang diperlukan tidak tercapai.

Imunisasi Menjadikan Anak Lebih Sehat dan Produktif

Pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit infeksi berbahaya sehingga anak akan lebih sehat, dapat tumbuh dan berkembang lebih baik, serta lebih produktif.. Setiap anak harus mendapatkan imunisasi sesuai usia dan anjuran dokter untuk mencapai kesehatan optimal pada diri anak sendiri dan juga anak-anak lain di sekitarnya. 

Jadwal Vaksin menurut IDAI

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memberikan jadwal vaksin atau imunisasi yang wajib didapat anak mulai lahir hingga usia 18 tahun.

Vaksin Anak Usia 0-9 Bulan

Bayi baru lahir wajib mendapatkan imunisasi hepatitis B (HB-1). Berikut jadwal lengkap vaksinasi untuk anak:

Usia 0-1 bulan: Polio 0 dan BCG

Usia 2 bulan: DP-HiB 1, polio 1, hepatitis 2, rotavirus, PCV

Usia 3 bulan: DPT-HiB 2, polio 2, hepatitis 3

Usia 4 bulan: DPT-HiB 3, Polio 3 (IPV atau polio suntik), hepatitis 4, dan rotavirus 2

Usia 6 bulan: PCV 3, influenza 1, rotavirus 3 (pentavalen)

Umur 9 bulan: Campak atau MR

Jadwal imunisasi untuk bayi usia 6 bulan termasuk ke dalam imunisasi wajib. Beberapa daftar imunisasi wajib untuk anak yaitu:

1. Hepatitis B

Pada tabel yang dianjurkan oleh IDAI, anak baru lahir dianjurkan anak mendapatkan imunisasi hepatitis B (HB) monovalent. Si kecil juga akan menerima imunisasi Hepatitis B sebanyak 4 kali sebelum usia 6 bulan.

Pemberian vaksin Hepatitis B ini masing-masing berjarak 1 bulan, yakni saat baru lahir, usia, 2,3, dan 4 bulan.

2. Polio

Anak akan mendapatkan vaksin polio tipe Oral Poliovirus Vaccine (OPV) ketika baru lahir sampai usia 1 bulan. Kemudian, vaksinasi dapat diulang ketika berusia 2,3, dan 4 bulan.

3. BCG

Vaksin ini bertujuan mencegah penyakit tuberkulosis atau TBC. Jadwal imunisasi BCG hanya satu kali, ketika bayi berusia 3 bulan, tetapi lebih efektif dan optimal bila bayi mendapatkannya saat usia 2 bulan.

4. Difteri, Pertussis, dan Tetanus (DPT)

Tiga vaksin anak ini bisa diberikan ke dalam satu suntikan sekaligus. Vaksin DPT dapat diberikan saat usia dua bulan. Setelah itu, anak dapat menerima vaksin DPT ulang saat usia 2, 3, 4 bulan.

Vaksin Anak Usia 6-12 Bulan

1. Pneumokokus (PCV)

Pneumokokus adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae yang dapat menyebabkan kondisi radang selaput otak (meningitis) dan radang paru (pneumonia) Jadwal vaksin anak PCV dimulai sejak usia 2 bulan. Pemberian diberikan sebanyak 3 kali di usia anak 2, 4, 6 bulan.

2. Rotavirus

Ada dua jenis imunisasi atau vaksinasi rotavirus. Vaksin rotavirus pertama berjenis monovalen dan diberikan 2 kali ketika anak berusia 2 bulan. Vaksin selanjutnya akan diberikan setelah 4 minggu setelah suntikan pertama dengan jeda 4 minggu. Vaksin rotavirus kedua adalah pentavalen. Vaksin Pertama diberikan saat anak berusia 2-3 bulan, dosis kedua dan ketiga diberikan 4-10 minggu setelah suntikan pertama.

3. Campak, Mumps dan rubella (MMR)

Vaksin MMR diberikan untuk mencegah penyakit campak (measles), gondongan (mumps), dan rubella (campak jerman). Vaksin ini dapat diberikan sejak anak usia 9 bulan dan diulang saat ia berusia 18 bulan.

Vaksin Anak Usia 12-24 Bulan

1. Varisela

Varisela adalah virus penyebab cacar air. Vaksinasi varisela dapat diberikan setelah anak berusia 1 tahun. Risiko komplikasi cacar air akan lebih tinggi jika anak belum pernah menerima vaksin varisela sama sekali.

2. Japanese Encephalitis (JE)

Japanese Encephalitis (JE) adalah penyakit yang ditularkan oleh nyamuk dan awalnya ditemukan di Jepang pada tahun 1871. Penyakit JE bisa menyebabkan risiko kematian pada anak. Vaksin ini diberikan saat anak berusia 12 bulan dan booster-nya dapat diberikan 1-2 tahun setelah suntikan pertama. Vaksin Japanese Encephalitis dapat diberikan bila anak berencana bepergian ke daerah endemis, seperti Jepang, Korea, dan Thailand.

3. Hepatitis A

Vaksin hepatitis A diberikan pada anak 2 tahun untuk mencegah penyakit hepatitis A. Vaksinasi diberikan sebanyak dua kali dengan jeda 6-12 bulan setelah dosis pertama.

Vaksin Anak Usia 2-18 Tahun

Berikut daftarnya:

1. Tifoid

Tifoid adalah penyakit yang disebabkan bakteri Salmonella Typhi. Vaksin tifoid dapat diberikan tiga tahun sekali.

2. Human papiloma virus (HPV)

Vaksin HPV dapat diberikan ketika anak menginjak remaja, sekitar usia 9-14 tahun. Ada dua dosis vaksin HPV. Dosis kedua diberikan sekitar 6-12 bulan setelah suntikan pertama. Infeksi virus HPV paling sering berkembang di area kelamin. Virus ini turut menjadi penyebab kanker rahim dan penis.

3. Dengue

Dengue adalah virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti. Virus dengue dapat menyebabkan penyakit demam berdarah dengue. IDAI mengatakan vaksin dengue diberikan saat anak berusia usia 9-16 tahun.

Yuk semua Sobat Sehat, bawa buah hati kita untuk imunisasi agar selalu sehat dan terhindar dari berbagai penyakit berbahaya. Mari sukseskan program Bulan Imunisasi Anak Nasional!