KB dan Kontrasepsi

KB dan Kontrasepsi

Keluarga Berencana adalah upaya untuk mengatur kelahiran anak, jarak dan umur ideal melahirkan melalui promosi, perlindungan, dan bantuan sesuai dengan hak reproduksi untuk mewujudkan keluarga yang berkualitas.
Pelayanan keluarga berencana merupakan salah satu strategi untuk mendukung percepatan penurunan Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) dengan mengatur waktu, jarak, jumlah kehamilan (Kemenkes RI, 2014).Untuk mencapai tujuan tersebut maka diadakan kebijakan yang dikategorikan dalam tiga fase yaitu menjarangkan, menunda, dan menghentikan kehamilan.

Kontrasepsi adalah upaya yang diambil dalam mengatur dan mengontrol angka kelahiran bayi. Dalam hal ini kontrasepsi ditujukan untuk membentuk keluarga yang bahagia dan sejahtera dengan terpenuhinya semua kebutuhan kesehatan anak-anak dan anggota keluarga.
Terdapat beberapa jenis alat kontrasepsi yang dapat dipilih. Ketika akan menentukkan pilihan alat kontrasepsi, berikut beberapa hal yang perlu menjadi pertimbangan :

• Tujuan kontrasepsi apakah untuk menunda, mejarangkan, atau mengakhiri kesuburan
• Efektifitas alat kontrasepsi.
• Kemungkinan efek samping.
• Kenyamanan individu.
• Kondisi kesehatan individu.
• Interaksi obat yang kemungkinan dapat terjadi

Pilihan Kontrasepsi

  1. Kontrasepsi Alami
    Menghitung kalender masa subur
    Metode perhitungan kalender ini dilakukan dengan cara mencatat masa subur setiap bulan dengan pemantauan minimal selama tiga bulan dan menghindari hubungan seks di masa tersebut. Wanita dapat menentukan masa subur atau ovulasi dengan memeriksa suhu tubuh dan melihat perubahan cairan vagina.
    Kelebihan: tidak memerlukan biaya, alat, maupun obat-obatan
    Kekurangan:
    • Harus membatasi hubungan seks selama beberapa hari
    • Sering terjadi kesalahan dalam perhitungan masa subur
    • Tidak cocok untuk wanita dengan siklus haid tidak teratur
    Senggama terputus
    Dilakukan dengan menarik penis keluar sebelum ejakulasi saat melakukan penetrasi.
    Kelebihan: efektif dengan tingkat kegagalan 4%
    Kekurangan:
    • Sulit dilakukan bila pasangan kerap mengalami ejakulasi dini
    • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual
    Metode Amenore Laktasi (MAL)
    Metode Amenorea Laktasi (MAL) adalah kontrasepsi yang mengandalkan pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif. ASI eksklusif adalah pemberian ASI pada bayi tanpa memberi tambahan makanan atau minuman apa pun lainnya. Metode ini memiliki cara kerja menunda atau menekan ovulasi. Syarat untuk dapat menggunakan metode ini adalah menyusui secara eksklusif dan lebih efektif apabila pemberian ASI dilakukan lebih dari 8 kali sehari.
    Kelebihan :
    • Efektivitas tinggi (keberhasilan 98% pada enam bulan pascapersalinan).
    • Tidak mengganggu aktifitas seksual.
    • Tidak ada efek samping secara sistemik.
    • Tidak memerlukan pengawasan medis.
    • Tidak memerlukan obat atau alat.
    • Tidak memerlukan biaya.
    • Mengurangi pendarahan pascapersalinan.
    • Meningkatkan hubungan psikologik ibu dan bayi.
    Kekurangan:
    • Perlu persiapan sejak perawataan kehamilan agar segera menyusui dalam 30 menit pasca persalinan.
    • Kemungkinan akan sulit dilaksanakan karena kondisi sosial.
    • Efektifitas tinggi hanya sampai kembalinya haid atau sampai dengan 6 bulan.
  2. Kontrasepsi Hormonal
    Kombinasi Hormon
    Hormon kombinasi adalah metode kontrasepsi dengan menggunakan kombinasi hormon esterogen dan progesteron. Terdapat dua jenis sediaan untuk hormon kombinasi, yaitu sediaan pil dan sediaan injeksi.
    1) Pil KB Kombinasi
    Pil KB umumnya terdiri dari 21–35 tablet yang harus dikonsumsi dalam satu siklus atau secara berkelanjutan.
    Kelebihan Pil KB :
    • Sangat efektif.
    • Efek samping jarang terjadi.
    • Tidak mengganggu kegiatan seksual.
    • Mudah dihentikan setiap saat.
    • Kesuburan akan segera kembali setelah penggunaan pil dihentikan.
    • Dapat digunakan sebagai kontrasepsi darurat.
    • Dapat digunakan sejak usia remaja hingga menopause.
    • Membantu meringankan nyeri yang terjadi pada saat menstruasi.
    • Mengurangi resiko terjadinya kanker ovarium, kanker rahim, kehamilan ektopik, kanker endometrium, kista ovarium, penyakit radang panggul, kelainan jinak pada payudara dan jerawat.
    • Efek positif dan negatif akan segera hilang ketika obat dihentikan.

Kekurangan Pil KB :

• Harus dikonsumsi setiap hari pada waktu yang sama.
• Tidak boleh untuk ibu menyusui.
• Pada beberapa wanita mengalami efek samping seperti pendarahan, perubahan suasana hati dan nyeri payudara.
• Tidak dapat digunakan oleh wanita dengan kondisi tertentu, seperti penyakit hipertensi/ tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, migrain, dan wanita yang memiliki riwayat masalah dengan pembekuan darah.
• Tidak mencegah terjadinya infeksi menular seksual.

2) Injeksi Kombinasi Hormon
Kelebihan Injeksi Kombinasi Hormon :
• Sangat efektif
• Resiko terhadap kesehatan kecil.
• Tidak mempengaruhi kegiatan seksual.
• Tidak diperlukan pemeriksaan organ dalam.
• Mengurangi nyeri ketika menstruasi.
• Mengurangi jumlah pendarahan.
• Mencegah terjadinya anemia, kanker ovarium, kanker endometrium, penyakit payudara jinak, kista ovarium, kehamilan ektopik, penyakit radang panggul.
• Pada keadaan tertentu dapat diberikan pada wanita usia premenopause.
Keterbatasan Injeksi Kombinasi Hormon :
• Pola menstruasi tidak teratur, pendarahan hanya berupa bercak.
• Mengalami mual, sakit kepala, nyeri payudara ringan yang akan hilang setelah suntikan kedua atau ketiga.
• Pengguna membutuhkan pelayanan kesehatan dan harus kembali setiap 30 hari untuk mendapatkan suntikan.
• Efektivitas berkurang apabila digunakan bersamaan dengan obat epilepsi atau obat tuberkulosis.
• Penambahan berat badan.
• Tidak menjamin perlindungan terhadap penularan infeksi menular seksual, virus hepatitis B, atau infeksi virus HIV.
• Kemungkinan terlambatnya pemulihan kesuburan setelah penghentian.

Hormon Progestin
Hormon progestin adalah metode kontrasepsi dengan menggunakan progestin yang merupakan senyawa tiruan dari hormon progesteron. Hormon progestin dibagi menjadi beberapa bentuk sediaan yaitu pil, injeksi/suntikan, dan implan.
1) Pil Progestin
Kelebihan Pil Progestin :
• Efektif bila dikonsumsi setiap hari di waktu yang sama.
• Tidak diperlukan pemeriksaan panggul.
• Tidak mengganggu hubungan seksual.
• Segera dapat kembali subur ketika penggunaan dihentikan.
• Mudah digunakan dan nyaman.
• Efek samping kecil.
• Aman digunakan bagi beberapa wanita yang tidak dapat menggunakan pil KB kombinasi karena masalah medis.
• Aman digunakan bagi ibu menyusui dan tidak mempengaruhi ASI.
Kekurangan Pil Progestin :
• Jadwal menstruasi menjadi tidak teratur.
• Beberapa wanita mengalami efek samping dari penggunaan pil progestin.
• Harus digunakan setiap hari dan pada waktu yang sama.
• Waktu penggunaan pil progestin harus lebih tepat daripada penggunaan pil KB
• Tidak mengkonsumsi pil 12 jam dari waktu penggunaan pil progestin dianggap melewatkan dosis pada hari tersebut.
• Bila melupakan satu pil saja, akan menyebabkan kegagalan menjadi lebih besar.
• Memiliki faktor resiko terjadinya kanker payudara.
• Efektifitas menjadi rendah bila digunakan bersamaan dengan obat tuberkulosis atau obat epilepsi.
• Tidak mencegah Infeksi Menular Seksual.
• Resiko terjadinya kehamilan ektopik, tetapi resiko ini menjadi lebih rendah jika dibandingkan dengan perempuan yang tidak menggunaka. Kehamilan ektopik adalah kehamilan yang berada diluar rahim.
2) Injeksi/ Suntikan Progestin
Kelebihan Injeksi Progestin :
• Sangat efektif.
• Pencegahan kehamilan jangka panjang.
• Tidak mempengaruhi kegiatan seksual.
• Tidak mengandung estrogen sehigga tidak berdampak serius terhadap penyakit jantung dan gangguan pembekuan darah.
• Tidak mempengaruhi ASI.
• Sedikit terjadi efek samping.
• Dapat digunakan oleh wanita berusia >35 tahun sampai pre-menopause.
• Membantu mencegah terjadinya kanker endometrium dan kehamilan ektopik.
• Menurunkan kejadian penyakit payudara yang jinak.
• Mencegah beberapa penyebab penyakit radang panggul.
• Menurunkan krisis anemia bulan sabit.
Keterbatasan Injeksi Progestin :
• Pengguna membutuhkan tempat sarana pelayanan kesehatan.
• Tidak dapat dihentikan sewaktu-waktu sebelum suntikan berikutnya.
• Tidak mencegah terjadinya infeksi menular seksual.
• Kembalinya kesuburan dapat terlambat setelah penghentian pemakaian.

3) Implan Progestin
Kelebihan Implan Progestin :
• Sangat efektif.
• Perlindungan jangka panjang hingga 5 tahun.
• Pengembalian tingkat kesuburan yang cepat setelah pencabutan.
• Tidak memerlukan pemeriksaan tubuh bagian dalam.
• Bebas dari pengaruh estrogen.
• Tidak mengganggu kegiatan seksual.
• Tidak mengganggu ASI.
• Mengurangi nyeri saat menstruasi.
• Mengurangi jumlah darah ketika menstruasi.
• Mengurangi terjadinya anemia.
• Melindungi terjadinya kanker endometrium.
• Menurunkan resiko terjadinya penyakit payudara jinak.
• Melindungi dari beberapa penyebab penyakit radang panggul.
• Menurunkan resiko terjadinya endometriosis.
Keterbatasan Implan Progestin :
• Membutuhkan tindakan pembedahan kecil.
• Tidak mencegah infeksi menular seksual.
• Pengguna tidak dapat menghentikan sendiri pemakaian kontrasepsi, akan tetapi harus pergi ke klinik untuk pencabutan.
• Efektivitas menurun apabila menggunakan obat tuberkulosis atau obat epilepsi.
Kontrasepsi Non Hormonal
Kondom
Kondom merupakan selubung/sarung karet sebagai salah satu metode kontrasepsi atau alat untuk mencegah kehamilan dan penularan penyakit kelamin pada saat berhubungan seksual.
Kelebihan Kondom :
• Efektif mencegah kehamilan bila digunakan dengan benar.
• Tidak mengganggu produksi ASI.
• Tidak mengganggu kesehatan pengguna.
• Tidak mempunyai pengaruh sistemik.
• Murah dan dapat dibeli secara umum.
• Tidak memerlukan resep dokter atau pemeriksaan kesehatan khusus.
• Metode kontrasepsi sementara bila metode kontrasepsi lainnya harus ditunda.
• Membantu mencegah terjadinya kanker serviks (mengurangi iritasi bahan karsinogenik eksogen pada serviks).
• Mencegah penularan infeksi menular seksual, HIV.
• Memberi dorongan kepada suami untuk ikut ber-KB.
• Mencegah ejakulasi dini.
Keterbatasan Kondom :
• Cara penggunaan sangat mempengaruhi keberhasilan kontrasepsi.
• Agak mengganggu hubungan seksual (mengurangi sentuhan langsung).
• Harus selalu tersedia setiap kali berhubungan seksual.
• Rasa malu membeli kondom ditempat umum.
• Pembuangan kondom bekas mungkin menimbulkan masalah limbah.

Alat Kontrasepsi Dalam Rahim (AKDR)
Alat kontrasepsi yang dipasang dalma rahim dengan menjepit kedua saluran yang menghasilkan indung telur sehingga tidak terjadi pembuahan, terdiri dari bahan plastik polietilena dan ada yang dililit oleh tembaga dan ada yang tidak. Cara kerja AKDR adalah dengan mencegah terjadinya pembuahan, tembaga pada AKDR menyebabkan reaksi inflamasi steril, toksik untuk sperma sehingga tidak mampu terjadi pembuahan.
Kelebihan AKDR :
• Efektivitas tinggi sekitar 99,2%-99,4%.
• Dapat efektif segera setelah pemasangan.
• Metode jangka panjang.
• Tidak mempengaruhi kegiatan seksual.
• Meningkatkan kenyamanan seksual karena tidak perlu takut untuk hamil.
• Tidak ada efek samping hormonal.
• Tidak mempengaruhi kualitas dan volume ASI.
• Dapat dipasang segera setelah melahirkan atau sesudah abortus (apabila tidak terjadi infeksi).
• Dapat digunakan sampai menopause (1 tahun atau lebih setelah menstruasi terakhir).
• Tidak ada interaksi dengan obat-obat.
• Membantu mencegah kehamilan ektopik.

Keterbatasan AKDR :
• Tidak mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS).
• Tidak baik digunakan pada perempuan dengan IMS atau perempuan yang sering berganti pasangan.
• Diperlukan prosedur medis termasuk pemeriksaan pelvis.
• Pengguna tidak dapat melepas AKDR sendiri.
• Pengguna harus memeriksa posisi benang AKDR dari waktu ke waktu. Untuk melakukan hal ini wanita harus memasukkan jarinya ke dalam vagina.

F. Tubektomi
Tubektomi adalah metode kontrasepsi yang bersifat sukarela bagi seorang wanita bila tidak ingin hamil lagi dengan cara mengoklusi tuba falopi (mengikat dan memotong atau memasang cincin) sehingga sperma tidak dapat bertemu dengan ovum.
Waktu penggunaan :
• Idealnya dilakukan dalam 48 jam pasca persalinan.
• Dapat dilakukan segera setelah persalinan atau setelah operasi sesar.
• Jika tidak dapat dikerjakan dalam 1 minggu setelah persalinan mak ditunda 4-6 minggu.
Kelebihan Tubektomi :
• Efektivitas tinggi hinggs 99,5%.
• Tidak mempengaruhi proses menyusui.
• Tidak mengganggu kegiatan seksual.
• Baik bagi pengguna yang dapat mengalami resiko kesehatan yang serius apabila mengalami kehamilan.
• Tidak ada efek samping dalam jangka panjang.
• Berkurangnya resiko kanker ovarium.
Keterbatasan Tubektomi :
• Harus mempertimbangkan sifat permanen kontrasepsi karena tidak dapat dipulihkan kembali.
• Harus dilakukan oleh dokter yang ahli.

G. Vasektomi
Vasektomi adalah prosedur klinis pada pria untuk menghentikan kapasitas reproduksi pria dengan cara mengoklusi vasa deferensia sehingga alur transportasi sperma terhambat dan proses pembuahan tidak terjadi. Terdapat dua jenis vasektomi yaitu insisi dan vasektomi tanpa pisau.
Kelebihan Vasektomi :
• Efektivitas tinggi hingga 99,6-99,8%.
• Sangat aman, tidak ditemukan efek samping jangka panjang.
• Hanya sekali aplikasi dan efektif dalam jangka panjang.
• Efisiensi dalam hal biaya.
Keterbatasan Vasektomi :
• Tidak langsung efektif setelah tindakan, disarankan untuk memakai kontrasepsi tambahan selama 3 bulan setelah tindakan.
• Beresiko pendarahan dan nyeri pada tindakan insisi.
Berbagai Jenis Alat Kontrasepsi Beserta Kelebihan dan Kekurangannya
Untuk mencegah kehamilan, tidak sedikit pasangan yang lebih mengandalkan penggunaan alat kontrasepsi. Berbagai jenis alat kontrasepsi yang dapat digunakan meliputi:

  1. Pil KB
    Pil KB umumnya terdiri dari 21–35 tablet yang harus dikonsumsi dalam satu siklus atau secara berkelanjutan.
    Kelebihan:
    • Tingkat efektivitas tinggi dengan persentase kegagalan hanya sekitar 8%
    • Haid menjadi lancar dan kram berkurang saat haid, tetapi ada pula jenis pil KB yang dapat menghentikan haid
    Kekurangan:
    • Tidak dapat mencegah penyakit menular seksual
    • Dapat menimbulkan efek samping, seperti naiknya tekanan darah, pembekuan darah, keluarnya bercak darah, dan payudara mengeras
    • Tidak cocok untuk wanita dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit jantung, gangguan hati, kanker payudara dan kanker rahim, migrain, serta tekanan darah tinggi
  2. Kondom pria
    Tak hanya pil KB, kondom pria juga umum digunakan untuk mencegah kehamilan. Kondom biasanya terbuat dari bahan lateks dan bekerja dengan cara menghalangi sperma masuk ke vagina dan mencapai sel telur.
    Kelebihan:
    • Harga terjangkau
    • Praktis dan mudah digunakan
    • Dapat mencegah dari penyakit menular seksual
    • Mudah diperoleh di toko atau apotek
    Kekurangan:
    • Tingkat kegagalan mencapai 15%, terutama jika penggunaan kondom kurang tepat
    • Hanya bisa digunakan sekali dan harus diganti setelah ejakulasi
  3. Suntik KB
    Suntik KB merupakan alat kontrasepsi yang mengandung hormon progestin dan mampu menghentikan terjadinya ovulasi. Berdasarkan periode penggunaannya, ada dua jenis suntik KB, yaitu suntik KB 3 bulan dan 1 bulan.
    Kelebihan:
    • Lebih efektif dan praktis dari pil KB
    • Tingkat kegagalan pada suntik KB 1 bulan bisa kurang dari 1% jika digunakan dengan benar
    Kekurangan:
    • Harga relatif mahal
    • Perlu kunjungan secara rutin ke dokter atau bidan setiap bulannya
    • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual
    • Dapat menyebabkan efek samping, seperti keluarnya bercak darah
    • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur
    • Tidak dianjurkan untuk digunakan pada wanita yang memiliki riwayat penyakit migrain, diabetes, sirosis hati, stroke, dan serangan jantung
  4. Implan
    KB implan atau susuk merupakan alat kontrasepsi berukuran kecil dan berbentuk seperti batang korek api. KB implan bekerja dengan cara mengeluarkan hormon progestin secara perlahan yang berfungsi mencegah kehamilan selama 3 tahun.
    Alat kontrasepsi ini digunakan dengan cara dimasukkan ke bagian bawah kulit, biasanya lengan bagian atas.
    Kelebihan:
    • Sangat efektif dengan tingkat kegagalan kurang dari 1%
    • Tahan lama hingga 3 tahun
    Kekurangan:
    • Biaya relatif mahal
    • Siklus menstruasi menjadi tidak teratur
    • Risiko memar dan bengkak pada kulit di awal pemasangan
    • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual
  5. IUD
    Intrauterine device (IUD) adalah alat kontrasepsi berbahan plastik dan berbentuk menyerupai huruf T yang diletakkan di dalam rahim. IUD atau KB spiral dapat mencegah kehamilan dengan cara menghalau sperma agar tidak membuahi sel telur.
    Ada dua jenis IUD yang umum digunakan, yaitu IUD yang terbuat dari tembaga dan dapat bertahan hingga 10 tahun serta IUD yang mengandung hormon yang perlu diganti setiap 5 tahun sekali.
    Kelebihan:
    • Tidak memerlukan perawatan yang rumit
    • Tahan lama
    Kekurangan:
    • IUD dari tembaga dapat menyebabkan haid tidak lancar
    • Risiko bergeser dan keluar dari tempatnya
    • Risiko efek samping, seperti munculnya bercak darah pada 3–6 bulan pertama pemakaian
    • Biaya mahal
  6. Kondom wanita
    Kondom wanita berbentuk plastik yang berfungsi untuk menyelubungi vagina. Terdapat cincin plastik di ujung kondom, sehingga posisinya mudah disesuaikan. Kondom wanita tidak dapat digunakan bersamaan dengan kondom pria.
    Kelebihan:
    • Memberikan perlindungan dari penyakit menular seksual
    • Menjaga suhu tubuh lebih baik daripada kondom pria
    Kekurangan:
    • Kurang efektif daripada kondom pria
    • Muncul bunyi yang mengganggu saat digunakan
    • Hanya sekali pakai
    • Tingkat kegagalan mencapai 21%
  7. Spermisida
    Spermisida adalah produk kontrasepsi yang digunakan di dalam vagina sebelum berhubungan seksual. Produk ini berbentuk jeli, krim, membran, atau busa yang mengandung bahan kimia untuk membunuh sperma.
    Kelebihan:
    • Harga terjangkau
    • Mudah digunakan
    Kekurangan:
    • Beberapa jenis spermisida perlu diaplikasikan 30 menit sebelum berhubungan seksual
    • Risiko terjadi iritasi pada organ intim bila terlalu sering digunakan
    • Penggunaannya perlu disertai dengan alat kontrasepsi lain, misalnya kondom
    • Tingkat kegagalan mencapai 29%
  8. Diafragma
    Diafragma merupakan alat kontrasepsi yang terbuat dari karet berbentuk kubah. Alat kontrasepsi ini ditempatkan di mulut rahim sebelum berhubungan seksual dan umumnya digunakan bersama dengan spermisida.
    Kelebihan: harganya terjangkau
    Kekurangan:
    • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual
    • Tingkat kegagalan mencapai 16%, terutama jika tidak dikenakan dengan tepat
    • Pemasangan harus dilakukan dokter
    • Harus dilepas saat haid
  9. Cervical cap
    Cervical cap berbentuk seperti diafragma, tetapi memiliki ukuran lebih kecil. Alat kontrasepsi ini umumnya digunakan bersama dengan spermisida dan berfungsi untuk menutup jalan sperma masuk ke rahim.
    Kelebihan:
    • Harga terjangkau
    • Bisa digunakan hingga 2 kali
    Kekurangan:
    • Tingkat kegagalan mencapai 30% pada wanita yang sudah memiliki anak dan 15% bagi yang belum memiliki anak
    • Pemasangan perlu dilakukan oleh dokter
    • Harus dilepas saat haid
    • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual
  10. Koyo ortho evra
    Koyo ortho evra digunakan dengan cara ditempelkan pada kulit dan diganti setiap seminggu sekali selama 3 minggu. Cara kerja koyo ini adalah dengan melepaskan hormon yang sama efektifnya dengan yang terdapat dalam pil KB.
    Kelebihan:
    • Tidak perlu repot mengingat untuk mengonsumsi pil
    • Haid menjadi lebih lancar dan mengurangi kram saat haid
    Kekurangan:
    • Harga relatif mahal
    • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual
    • Bisa menyebabkan efek samping yang serupa dengan efek samping pil KB
  11. Cincin vagina
    Cincin vagina atau NuvaRing merupakan cincin plastik yang ditempatkan di dalam vagina. NuvaRing bekerja dengan cara melepaskan hormon yang sama seperti pil KB.
    Kelebihan:
    • Hanya perlu diganti sebulan sekali
    • Siklus menstruasi menjadi lebih lancar
    Kekurangan:
    • Harga relatif mahal
    • Dapat menyebabkan iritasi dan efek samping yang mirip pil KB dan koyo
    • Tidak memberikan perlindungan terhadap penyakit menular seksual
  12. KB permanen
    Jika Anda dan pasangan sudah yakin untuk tidak ingin memiliki anak kembali, KB permanen atau KB steril bisa menjadi pilihan. Metode kontrasepsi ini memiliki efektivitas yang tinggi atau hampir 100% efektif untuk mencegah kehamilan.
    Jenis KB permanen untuk masing-masing orang berbeda, tergantung jenis kelaminnya. Pada pria, KB permanen dilakukan dengan vasektomi, sedangkan pada wanita bisa dengan tubektomi atau proses pengikatan tuba falopi.

Kontrasepsi hormonal merupakan kontrasepsi yang melibatkan hormon. Sebaliknya, kontrasepsi non-hormonal berarti tidak menggunakan hormon. Berikut ini beberapa jenis kontrasepsi dan efek sampingnya yang bisa menjadi bahan pertimbangan Anda: Jenis kontrasepsi hormonal 1. Pil KB Pil KB kombinasi yang memiliki kandungan progestin dan estrogen dapat membantu wanita menahan ovarium agar tidak memproduksi sel telur. Pil KB bahkan akan mengentalkan lendir leher rahim sehingga sperma akan sulit masuk dan mencapai sel telur. Lapisan dinding rahim juga akan diubah sehingga tidak siap menerima dan menghidupi sel telur yang telah dibuahi. Mengonsumsi pil KB kombinasi adalah salah satu jenis kontrasepsi yang mudah dilakukan. Anda tinggal meminumnya setiap hari pada waktu yang sama, sesuai anjuran dokter. Pemakian pil sebagai alat kontrasepsi akan sangat efektif apabila diminum setiap hari. Baca juga: 6 Cara Agar Hamil Anak Perempuan Maka dari itu, dibutuhkan kedisiplinan yang tinggi jika Anda memilih menggunaan jenis kontrasepsi ini. Penggunaan pil KB yang tidak teratur pasalnya bisa berujung pada terjadinya kehamilan. Kelebihan: Pil KB tidak memengaruhi kesuburan, jadi meskipun Anda meminumnya dalam jangka waktu yang lama, masih bisa hamil setelah berhenti mengonsumsi pil kontrasepsi tersebut Pil KB juga dapat mengatasi berbagai gangguan kesehatan seperti mengatasi nyeri haid, mencegah kurang darah dan mencegah penyakit kanker Baca juga: 6 Cara Agar Hamil Anak Laki-laki Kekurangan atau efek samping: Penggunaan pil KB pada bulan pertama mungkin akan menimbulkan efek samping, misalnya mual, perdarahan atau flek di masa haid, kenaikan berat badan, hingga sakit kepala. Namun, efek ini tidaklah berbahaya Jika Anda masih menyusui, sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter sebelum memakai pil KB. Pasalnya, tidak semua pil KB bisa digunakan oleh ibu menyusui. Sebagian pil KB, terutama pil KB dengan hormon kombinasi progresteron dan estrogen dapat menghentikan produksi air susu ibu (ASI) 2. Suntik KB Suntik KB termasuk kontrasepsi yang cukup diminati banyak wanita. Alat kontrasepsi ini bisa digunakan setiap 1-3 bulan sekali. Kelebihan: Suntik KB aman digunakan bagi wanita menyusui setelah 6 minggu pascapersalinan Kekurangan atau efek samping: Keluar flek-flek Perdarahan ringan di antara dua masa haid Sakit kepala Kenaikan berat badan Jika Anda menghentikan penggunaannya, Anda bisa hamil lagi dengan segera Baca juga: 9 Tanda-tanda Kehamilan Menurut Dokter Obgyn 3. Susuk KB atau implan Implan digunakan dengan cara memasukan susuk pada lengan bagian atas. Ada beberapa jenis susuk yang memiliki masa penggunaan berbeda. Susuk 1 dan 2 batang bisa digunakan selama 3 tahun, sedangkan susuk 6 batang digunakan 5 tahun. Kelebihan: Susuk KB aman digunakan bagi wanita menyusui dan dapat dipasang setelah 6 minggu pascapersalinan Kekurangan atau efek samping: Perubahan pola haid dalam batas normal adalah efek samping yang biasanya terjadi dari penggunaan implant Perdasaran ringan di antara masa hid Keluar flek-flek Tidak haid Sakit kepala Baca juga: Benarkah Ibu Hamil Tak Boleh Pelihara Kucing? 4. Intra uterine system (IUS) Cara kerja IUS pada dasarnya adalah menggabungan kontrasepsi jenis intra uterine device (IUD) dan kontrasepsi hormonal dengan cara menambahkan hormon (levonorgestrel) ke dalam IUD. Bentuk IUS hampir serupa dengan IUD. Setiap harinya, IUS akan melepaskan sejumlah hormon levonorgestrel di dalam rahim untuk mencegah terjadinya pembuahan. Selain itu, IUS akan mengentalkan lendir rahim sehingga pergerakan sperma di dalam rahim dan tuba falopi dapat dicegah. Kelebihan: IUS sangat praktis digunakan karena dapat dipasang dan dilepas dengan mudah setiap saat dengan bantuan tenaga kesehatan atau dokter. Kontrasepsi ini adalah kontrasepsi jangka panjang karena dapat digunakan selama 5 tahun Kekurangan atau efek samping: Menjadikan menstruasi lebih pendek, ringan dan mengurangi rasa sakit ketika haid Jenis kontrasepsi non-hormonal 5. Kondom Kondom adalah alat kontrasepsi yang mudah dan praktis digunakan. Efektivitas kondom dalam mencegah kehamilan meningkat, terutama setelah ditambahkan lubrikan spermisida di alat ini. Kelebihan: Selain kehamilan, kondom juga bisa mencegah penularan penyakit kelamin, termasuk infeksi HIV/AIDS Kekurangan atau efek samping: Penggunaan kondom bagi sebagian orang dapat menimbulkan alergi dari bahan yang digunakan untuk membuat alat kontrasepsi ini Pada pemakaian yang tidak tepat, kondom bisa terlepas. Jika terjadi hal tersebut, kehamilan pun bisa terjadi Baca juga: Proses Terjadinya Kehamilan Setelah Berhubungan Badan 6. Intra uterine device (IUD) IUD merupakan alat kontrasepsi yang memiliki bentuk seperti huruf T. IUD dapat digunakan dengan cara, dimasukkan ke dalam rongga rahim oleh bidan atau dokter yang terlatih. Dalam pemasangan IUD, biasanya menyisakan sedikit benang di vagina untuk menandakan posisi alat ini. Kelebihan: IUD tembaga bis adigunakan dalam jangka waktu yang lama, yakni sekiyat 8-10 tahun. Meski demikian, pemeriksaan rutin tetap perlu dilakukan karena jika pemasangan IUD tidak tepat atau posisinya berubah, bisa memungkinkan terjadinya kehamilan IUD sangat efektif mencegah kehamilan Kekurangan atau efek samping: Masa haid berubah lama dan banyak Ada kemungkinan terjadi infeksi panggul Baca juga: Amankah Penderita Gangguan Jantung Berhubungan Badan? 7. Metode sederhana atau vaginal Bagi wanita, Anda juga dapat melakukan kontrasepsi dengan menggunakan spermisid atau tisu KB, difragma, dan kap. Alat kontrasepsi ini dapat dipakai sendiri oleh para wanita. Caranya, yakni dengan memasukkannya ke dalam vagina sebelum berhubungan seks. Kelebihan: Alat kontrasepsi ini efektif mencegah kehamilan jika digunakan dengan benar Kekurangan atau efek samping: Kemungkinan terjadinya infeksi saluran kencing Baca juga: Apakah Boleh Berhubungan Badan Saat Hamil 2 Bulan? 8. Tubektomi Tubektomi adalah prosedur bedah sukarela untuk menghentikan fesrtilitas (kesuburan) seorang wanita dengan cara mengikat dan memotong atau memasang cincin pada saluran tuba sehingga ovum tidak dapat bertemu dengan sel sperma Tubektomi menjadi cara KB permanen bagi wanita yang yakin tak ingin memiliki anak. Tubektomi dilakukan dengan cara operasi sederhana, yakni hanya membutuhkan bius lokal. Kelebihan: Cara ini sangat efektif mencegah kehamilan Kekurangan atau efek samping: Kemungkinan tidak ditemukan adanya efek samping jangka panjang. Hanya rasa tidak nyaman setelah melakukan operasi 9. Vasektomi Vasektomi adalah kontrasepsi yang dilakukan oleh laki-laki dengan cara sterilisasi. Sama seperti tubektomi pada wanita, vasektomi merupakan kontrasepsi permanen pada pria. Vasektomi dilakukan dengan cara, memblokir atau memotong vas deferens tabung yang membawa sperma dari testis. Vasektomi menjaga sperma keluar bersama cairan semen saat terjadi ejakulasi. Kelebihan: Vasektomi bisa dikatakan 99 persen efektif mencegah kehamilan. Namun, evaluasi cairan semen perlu dilakukan paling tidak 3 bulan setelah pelaksanaan vasektomi untuk mengetahui apakah masih ada sperma yang disimpan dan ikut keluar bersama cairan semen atau tidak Vasektomi tidak memengaruhi kinerja seksual pria Kekurangan atau efek samping: Kemungkinan tidak ditemukan adanya efek samping jangka panjang. Hanya rasa tidak nyaman setelah melakukan operasi Meski sudah bersifat permanen, metode ini tidak dapat mencegah penularan penyakit kelamin Baca juga: Berapa Hari Masa Subur pada Wanita Terjadi? Jenis kontrasepsi alami 10. Sistem KB kalender Kontrasepsi dengan sistem KB kelander tidak perlu menggunakan alat atau tindakan operasi. Kontrasepsi dilakukan dengan menggunakan penghitungan masa subur wanita, dan menghindari berhubungan seks pada masa subur. Kelebihan: Metode sistem KB kalender yang sangat murah karena tidak perlu mengeluarkan uang Tidak perlu menggunakan bantuan alat apapun Kekurangan atau efek samping: Sistem KB kalender ini termasuk kontrasepsi yang kurang efektif. Cara ini memiliki kemungkinan gagal hingga mencapai 20 persen 11. Menyusui Pada ibu yang menyusui secara eksklusif atau memberikan ASI ekslusif kepada anaknya, pembuahan tidak dapat terjadi selama 10 minggu pertama, sehingga kehamilan dapat dicegah. Kelebihan: Jika ingin menggunakan cara ini, Anda tentu tidak perlu mengeluarkan uang Anda tidak perlu menggunakan alat apapun atau mengonsumsi apapun.