(0293) 362813
rstsoedjono@gmail.com
Make An Appointment
Sejarah Rumkit Tk. II dr. Soedjono
Home » Sejarah Rumkit Tk. II dr. Soedjono

Sejarah Singkat Rumkit Tk. II dr. Soedjono

rst tempo dulu
Era Kolonial, Perang Jawa dan Awal Kemerdekaan

Rumah Sakit Tingkat II dr. Soedjono di Kota Magelang merupakan fasilitas layanan kesehatan di lingkup Kementerian Pertahanan yang memiliki sejarah sangat panjang dan menjadi saksi sejarah perjuangan bangsa sejak Era Perang Jawa. Institusi rumah sakit militer di Magelang ini, yang dikenal sebagai Rumah Sakit Tentara (RST), diketahui memiliki data valid keberadaan sebagai sebuah institusi sejak masa Perang Jawa. Hal ini meluruskan anggapan di banyak media daring bahwa rumah sakit ini baru didirikan pada tahun 1917.

Pendirian di Era Kolonial

Pada masa Hindia Belanda, rumah sakit ini dikenal dengan nama De Militair Hospitaal te Magelang. Sebagai rumah sakit militer, fungsi awalnya selalu diperuntukkan bagi personel militer dan tanggungan mereka. Meskipun demikian, di masa kini Rumah Sakit Tk. II dr. Soedjono menjadi bukti pengabdian TNI pada masyarakat luas karena mayoritas pasiennya justru berasal dari masyarakat umum.

Saksi Perjuangan Kemerdekaan

Rumah sakit militer di Magelang ini tidak hanya menjadi bukti kehadiran bangsa asing, tetapi juga menjadi bukti kemenangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan mempertahankan kedaulatan Republik Indonesia. Setelah masa penjajahan Jepang (Era Jepang) dan proklamasi kemerdekaan (Era Kemerdekaan), peran rumah sakit ini berlanjut. Sebuah peristiwa bersejarah yang menyentuh bangsa terjadi di rumah sakit ini pada awal kemerdekaan. Panglima Besar Jenderal Soedirman, salah satu pahlawan nasional terkemuka Indonesia, menghembuskan napas terakhirnya di RST Magelang pada hari Minggu, 29 Januari 1950, pukul 18.30 WIB, di usia 34 tahun. Wafatnya beliau terjadi tepat tiga puluh lima hari setelah kedaulatan Republik Indonesia diraih melalui Konferensi Meja Bundar.

Peresmian Nama Rumah Sakit

Sebagai penghormatan atas jasa dan mengenang jiwa kejuangannya, nama Letkol dr. Soedjono diabadikan menjadi nama Rumah Sakit KODAM Diponegoro di Magelang. Peresmian nama Rumah Sakit Tingkat II dr. Soedjono dilakukan pada tahun 1973, bertepatan dengan rangkaian peringatan Hari Pahlawan 10 November. Keputusan pengabadian nama ini didasarkan pada radiogram KASAD nomor T 1854/1973, tanggal 5 November 1973.

Kondisi Saat Ini

Saat ini, Rumah Sakit 04.05.01 Tingkat II dr. Soedjono diklasifikasikan sebagai Rumah Sakit yang mempunyai kemampuan memberikan pelayanan kesehatan setara dengan persyaratan klasifikasi Rumah Sakit Umum tipe "B". Fungsinya adalah memberikan dukungan kesehatan dan pelayanan kesehatan umum, melayani tidak hanya keluarga TNI, tetapi juga masyarakat umum Magelang dan sekitarnya. Perubahan besar juga terjadi pada arsitektur, di mana arah hadap pelayanan rumah sakit yang tadinya menghadap barat diubah menjadi menghadap timur sejak tahun 1986.