Sejarah Singkat Rumkit Tk. II dr. Soedjono
Era Kolonial, Perang Jawa dan Awal Kemerdekaan
Rumah Sakit Tingkat II dr. Soedjono di Kota Magelang merupakan fasilitas layanan kesehatan di
lingkup Kementerian Pertahanan yang memiliki sejarah sangat panjang dan menjadi saksi sejarah
perjuangan bangsa sejak Era Perang Jawa. Institusi rumah sakit militer di Magelang ini, yang
dikenal sebagai Rumah Sakit Tentara (RST), diketahui memiliki data valid keberadaan sebagai
sebuah institusi sejak masa Perang Jawa. Hal ini meluruskan anggapan di banyak media daring
bahwa rumah sakit ini baru didirikan pada tahun 1917.
Pendirian di Era Kolonial
Pada masa Hindia Belanda, rumah sakit ini dikenal dengan nama De Militair Hospitaal te
Magelang. Sebagai rumah sakit militer, fungsi awalnya selalu diperuntukkan bagi personel militer
dan tanggungan mereka. Meskipun demikian, di masa kini Rumah Sakit Tk. II dr. Soedjono
menjadi bukti pengabdian TNI pada masyarakat luas karena mayoritas pasiennya justru berasal
dari masyarakat umum.
Saksi Perjuangan Kemerdekaan
Rumah sakit militer di Magelang ini tidak hanya menjadi bukti kehadiran bangsa asing, tetapi juga
menjadi bukti kemenangan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan mempertahankan
kedaulatan Republik Indonesia. Setelah masa penjajahan Jepang (Era Jepang) dan proklamasi
kemerdekaan (Era Kemerdekaan), peran rumah sakit ini berlanjut.
Sebuah peristiwa bersejarah yang menyentuh bangsa terjadi di rumah sakit ini pada awal
kemerdekaan. Panglima Besar Jenderal Soedirman, salah satu pahlawan nasional terkemuka
Indonesia, menghembuskan napas terakhirnya di RST Magelang pada hari Minggu, 29 Januari
1950, pukul 18.30 WIB, di usia 34 tahun. Wafatnya beliau terjadi tepat tiga puluh lima hari setelah
kedaulatan Republik Indonesia diraih melalui Konferensi Meja Bundar.
Peresmian Nama Rumah Sakit
Sebagai penghormatan atas jasa dan mengenang jiwa kejuangannya, nama Letkol dr. Soedjono
diabadikan menjadi nama Rumah Sakit KODAM Diponegoro di Magelang. Peresmian nama
Rumah Sakit Tingkat II dr. Soedjono dilakukan pada tahun 1973, bertepatan dengan rangkaian
peringatan Hari Pahlawan 10 November. Keputusan pengabadian nama ini didasarkan pada
radiogram KASAD nomor T 1854/1973, tanggal 5 November 1973.
Kondisi Saat Ini
Saat ini, Rumah Sakit 04.05.01 Tingkat II dr. Soedjono diklasifikasikan sebagai Rumah Sakit yang
mempunyai kemampuan memberikan pelayanan kesehatan setara dengan persyaratan klasifikasi
Rumah Sakit Umum tipe "B". Fungsinya adalah memberikan dukungan kesehatan dan pelayanan
kesehatan umum, melayani tidak hanya keluarga TNI, tetapi juga masyarakat umum Magelang
dan sekitarnya. Perubahan besar juga terjadi pada arsitektur, di mana arah hadap pelayanan rumah
sakit yang tadinya menghadap barat diubah menjadi menghadap timur sejak tahun 1986.